
Maxfort TAC ROV: Kendaraan Taktis Listrik Karya Anak Bangsa
Maxfort TAC ROV, atau Tactical Reconnaissance and Operations Vehicle, lahir dari semangat kemandirian teknologi pertahanan Indonesia. Di kembangkan oleh PT Maxfort Teknologi Nusantara, kendaraan listrik ini meretas paradigma lama bahwa mobil taktis hanya bisa di produksi oleh negara-negara maju. Maxfort, sebagai perusahaan lokal, memimpin pengembangan kendaraan yang berorientasi pada kebutuhan nyata militer, kepolisian, hingga operasi kemanusiaan.
Semua bermula dari riset multidisiplin yang melibatkan insinyur elektro, mekanik, perangkat lunak navigasi, dan taktik lapangan. Mereka mendesain rangka bodi dengan menggunakan baja ringan dan sasis tubular sesuai standar militer, memastikan kendaraan tetap ringan namun tahan benturan. Fokus utamanya adalah adaptabilitas: TAC ROV di rancang modular agar dapat di jadikan kendaraan pengawalan pasukan, mobil medis darurat, atau bahkan kendaraan patroli cerdas.
Salah satu nilai lebih dari TAC ROV adalah ia berbasis listrik. Dalam operasi stealth, keheningan mutlak sangat di butuhkan, dan motor listrik memberikan keunggulan tersebut — tanpa suara mesin konvensional yang mengganggu. Jangkauan baterai sebesar 300 km per pengisian juga menjadi daya tarik tersendiri. Dengan dukungan panel surya dan sistem generator kecil, kendaraan ini mampu bertahan operasional di daerah terpencil untuk waktu yang lama.
Dukungan pemerintah, khususnya dari Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI, menjadi katalis utama. Mereka memberikan akses pada uji lapangan, mempertemukan Maxfort dengan prajurit dan operator di lapangan. Tak hanya itu, urun dana dari sponsor industri pertahanan nasional juga memperkuat fondasi pembiayaan proyek ini, sehingga Maxfort bisa mengembangkan dari prototipe hingga kesiapan produksi terbatas.
Maxfort TAC ROV mengundang tokoh pertahanan, tokoh media, dan duta besar negara tetangga untuk melihat langsung kemampuan TAC ROV. Mereka di suguhi demonstrasi kendaraan berjalan dalam kondisi ekstrem, termasuk simulasi penyergapan senyap dan evakuasi medis. Tanggapan mereka positif: kendaraan ini bisa menjadi jawaban kebutuhan modern untuk kendaraan taktis lokal, sekaligus peluang ekspor.
Teknologi Dan Fitur Maxfort TAC ROV: Sinergi Motor Listrik, Modularitas, Dan Elektronik Canggih
Teknologi Dan Fitur Maxfort TAC ROV: Sinergi Motor Listrik, Modularitas, Dan Elektronik Canggih, hadir sebagai kendaraan taktis listrik kelas dunia dengan serangkaian fitur dan teknologi mumpuni. Rancangan bodi menggunakan baja ringan dan rangka tubular, sementara suspensi 4×4 dan motor ganda memberikan performa tinggi di segala medan: mulai dari tanjakan tajam hingga jalan berlumpur berat. Namun performa luar biasa itu hanya salah satu dari segian banyak keunggulannya. Berikut komponen teknologi unggulannya:
- Mesin & Motor Listrik: Konfigurasi motor ganda menghasilkan torsi instan tinggi, membuat taktis operasional senyap. Tenaga listrik juga memungkinkan pergerakan halus saat patroli atau pengintaian.
- Baterai & Panel Surya: Baterai lithium-ion berkapasitas besar memberikan jangkauan 300 km, di tunjang panel surya sebagai cadangan daya dan sistem generator darurat.
- Sistem Modular: Kabin dapat di ubah fungsi—kursi pasukan, ruang medis, atau ruang kontrol drone dengan plug-and-play modular untuk menyukseskan berbagai misi.
- Navigasi & Komunikasi: Garmin/Bosch GPS terenkripsi, radio taktikal, antarmuka satelit, dan koneksi drone untuk pemantauan udara.
- Sensor & Kamera: Kamera termal, IR camera, kamera 360°, night vision– penglihatan untuk operasi malam dan kondisi cuaca buruk.
- ADAS untuk Taktis: Sistem pengereman regeneratif, Hill Descent Control, Traction Control, auto winch optic untuk evakuasi atau mobilitas lapangan, serta airbag taktis dan sistem pemadam otomatis.
Fitur tersebut di sebut modular karena bisa di ganti dan di-upgrade. Fitur khusus seperti senjata kendali jarak jauh, plug-in drone dock, atau sensor radiasi bisa di tambahkan tanpa mengubah frame utama. Desain ini membuat TAC ROV tahan lama, fleksibel, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Maxfort juga menyediakan peranti lunak manajemen armada untuk TAC ROV yang di lengkapi sensor kondisi kendaraan, jarak tempuh, dan laporan kesehatan. Ini memudahkan pengaturan kendaraan taktis untuk satuan operasional, mendukung strategi pemeliharaan preventif, serta pengambilan keputusan cepat di tengah misi.
Uji Lapang Dan Kolaborasi Stakeholder: Menuju Standard Nasional
Uji Lapang Dan Kolaborasi Stakeholder: Menuju Standard Nasional tidak berhenti di desain dan teori. Kemudian uji lapang komprehensif menjadi tahapan penting dalam pekerjaannya. Maxfort bekerjasama dengan TNI, Polri, dan BNPB untuk menguji kendaraan ini di beragam medan: hutan tropis di Kalimantan, rawa Sulawesi, pegunungan Nusa Tenggara, hingga daerah rawan bencana. Uji ini mencakup:
- Tangguh medan berat: off-road berat, air selutut, jalan berlumpur dan bebatuan.
- Uji suhu ekstrem: di atas 40 °C dan suhu 0 °C–10 °C.
- Operasional malam/misi pengintaian: driver harus mencobanya dengan sensor thermal dan night vision.
- Modular cabin: mengganti konfigurasi ruang untuk uji fungsi lapangan.
- Integrasi drone: sinergi taktis antara drone dan ROV untuk pengintaian dan penerjunan hadiah medis.
- Senjata jarak jauh: simulasi dengan senjata kendali jarak jauh serta komunikasi satelit.
Laporan yang di kumpulkan tim lapang menjadi dasar perbaikan prototipe. Ini termasuk kebutuhan perkuatan chassis, pendinginan baterai, perbaikan panel surya, dan penyetelan suspensi. Opsi fitur baru juga di gerakkan—remote turret, sensor gas, dan penyimpanan modular lokal.
Manajemen Maxfort melaporkan bahwa hasil evaluasi sangat positif: TAC ROV mampu melaju di tanjakan 40°–45°, menyelam di genangan air, dan bertahan bekerja di suhu ekstrem selama 72 jam tanpa recharge penuh. Hal ini membuktikan kesiapan kendaraan untuk di gunakan operasional nasional dan internasional.
Kolaborasi dengan lembaga riset seperti BPPT dan LAN juga mendorong standardisasi. Maxfort siap menghadapi sertifikasi internasional dan lisensi ekspor, memastikan TAC ROV berjalan sesuai standar global, bukan hanya domestik. Ini memungkinkan TRANS ini dalam tender internasional—potensi ekspor ke Asia, Timur Tengah, dan Afrika terbuka luas.
Masa Depan, Ekonomi, Dan Aspirasi Global
Masa Depan, Ekonomi, Dan Aspirasi Global, bukan hanya kendaraan — tapi simbol kemandirian teknologi pertahanan nasional dan kebangkitan industri otomotif lokal. Dari sisi ekonomi, kendaraan ini membawa dampak : menciptakan lapangan kerja, menghidupkan ekosistem komponen lokal, dari sasis, baterai, hingga perangkat lunak. Sektor jasa dan logistik pun terserap untuk mendukung uji lapang dan produksi.
Rencana jangka menengah Maxfort:
- Produksi massal 3–5 tahun, target awal 500 unit/ tahun
- Ekspansi fasilitas manufaktur di Cikarang dan Batam
- Kolaborasi riset baterai lokal serta teknologi kendaraan listrik
- Program peningkatan kompetensi teknisi dan mekanik forensik listrik
- Strategi ekspor TAC ROV ke negara-negara berkembang
- Penerapan varian taktis lain: ambulans medevac taktis, eccops, dan BBM statik
Dengan kesuksesan TAC ROV juga menjadi template untuk kendaraan listrik pertahanan/jasa keamanan lainnya. Seperti BRV‑EV (Border Reconnaissance Vehicle) dan CBRN ROV (untuk bahan peledak/terorisme). Kemudian ini selaras dengan visi Pemerintah Indonesia untuk menjadi hub industri pertahanan kawasan.
Pencapain ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan panjang kemandirian teknologi pertahanan yang dikembangkan secara lokal. Sehingga Maxfort TAC ROV membuka jalan bagi karya anak bangsa untuk bersaing di panggung global. Semangat ini juga menjadi katalis bagi generasi muda insinyur, milenial, dan kreator lokal. Untuk berinovasi dan menciptakan solusi nyata bagi masa depan bangsa dari Maxfort TAC ROV.