
Vaksin MR Bikin Autisme? IDAI Tegaskan Itu Cuma Mitos!
Vaksin MR Bikin Autisme? IDAI Tegaskan Itu Cuma Mitos Yang Seperti Kebanyakaan Orang Yang Menanggapi Hal Tersebut. Hal mengenai Vaksin MR ini selama bertahun-tahun sempat di kaitkan dengan isu autisme. Terlebih isu ini muncul sejak tahun 1998. Ketika sebuah penelitian kecil yang hanya melibatkan 12 anak menyebutkan adanya kemungkinan hubungan. Tentunya antara vaksin dengan gangguan spektrum autisme. Namun, penelitian itu kemudian terbukti lemah secara metodologi, data yang di gunakan tidak valid.
Bahkan penelitin tentang Vaksin MR ini di ketahui memiliki konflik kepentingan. Akibatnya, jurnal yang menerbitkannya mencabut kembali artikel tersebut. Kemudian juga dengan izin praktik penelitinya di cabut. Sejak saat itu, berbagai penelitian berskala besar dilakukan di banyak negara. Serta hasilnya konsisten menunjukkan bahwa tidak ada kaitan antara keduanya. Studi-studi besar, termasuk penelitian yang melibatkan ratusan ribu anak di Eropa dan Amerika. Bahkan organisasi kesehatan dunia seperti WHO, CDC, American Academy of Pediatrics. Kemudian sepakat bahwa klaimnya menyebabkan autisme adalah hoaks.
Vaksin MR Aman, Tidak Sebabkan Autisme Menurut IDAI Yang Selama Ini Hoaks
Kemudian juga masih membahas Vaksin MR Aman, Tidak Sebabkan Autisme Menurut IDAI Yang Selama Ini Hoaks. Dan fakta lainnya adalah:
IDAI Tegaskan Lagi: Aman Dan Efektif
Ikatan Dokter Anak Indonesia kembali menegaskan bahwa vaksin MR (Measles-Rubella). Tentunya merupakan imunisasi yang aman. Dan juga sangat efektif dalam mencegah penyakit campak serta rubella. Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap berbagai hoaks yang masih beredar di masyarakat. Terutama yang mengaitkan vaksin dengan autisme atau cacat pada anak. Menurut IDAI, klaim semacam itu tidak memiliki dasar ilmiah sama sekali. Karena hingga kini tidak ada penelitian yang membuktikan adanya hubungan antara ia dengan autisme. Justru, seluruh hasil kajian internasional. Kemudian termasuk dari WHO, CDC, dan lembaga medis terkemuka lainnya. Serta juga konsisten menunjukkan bahwa vaksinnya aman di gunakan. Keamanannya di dukung oleh fakta bahwa bahan yang di gunakan telah melalui uji klinis ketat. Dan juga pengawasan berlapis sebelum di edarkan. Efek samping yang mungkin timbul umumnya ringan, seperti demam atau kemerahan di area suntikan.
Mitos Autisme Dan Vaksin MR Di Bantah IDAI
Selanjutnya juga masih membahas Mitos Autisme Dan Vaksin MR Di Bantah IDAI. Dan fakta lainnya adalah:
Vaksin Berisi Virus Yang Di Lemahkan, Efek Samping Ringan
Measles-Rubella di buat dari virus campak dan rubella yang telah di lemahkan. Artinya, virus yang ada di dalam vaksin. Terlebih yang sudah di modifikasi sedemikian rupa. Sehingga tidak bisa menimbulkan penyakit serius. Akan tetapi masih cukup kuat untuk merangsang sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi. Dengan cara ini, tubuh akan mengenali dan siap melawan virus asli. Apabila suatu saat terpapar, sehingga anak yang sudah di vaksin terlindungi. Tentunya dari risiko infeksi campak maupun rubella. Dari sisi keamanan, ia tergolong aman karena proses pembuatannya melalui uji klinis yang panjang dan ketat sebelum dapat digunakan secara luas. Efek samping yang mungkin muncul setelah imunisasi biasanya hanya ringan dan sementara. Tentunya seperti demam ringan, rasa nyeri atau bengkak di tempat suntikan. Serta kadang muncul ruam halus pada kulit.
Mitos Autisme Dan Vaksin MR Di Bantah IDAI Yang Harus Di Luruskan
Selanjutnya juga masih membahas Mitos Autisme Dan Vaksin MR Di Bantah IDAI Yang Harus Di Luruskan. Dan fakta lainnya adalah:
Penelitian Awal Yang Di klaim Menyebabkan Autisme Ternyata Palsu
Isu ini menyebabkan autisme sebenarnya berawal dari sebuah penelitian kecil yang di publikasikan pada tahun 1998. Tentunya oleh seorang dokter asal Inggris bernama Andrew Wakefield. Dalam laporannya, ia menyebutkan bahwa vaksin MMR bisa memicu gangguan spektrum autisme pada anak. Namun, penelitian ini hanya melibatkan 12 anak. Serta tanpa metode ilmiah yang kuat, tanpa kelompok pembanding. Dan juga banyak bergantung pada ingatan subjektif orang tua. Karena itu, dari awal penelitian ini di anggap lemah dan tidak mewakili bukti ilmiah yang valid. Setelah dit eliti lebih jauh, terungkap bahwa penelitian Wakefield penuh dengan manipulasi data dan konflik kepentingan. Ia di ketahui menerima dana dari pihak yang sedang menggugat perusahaan pembuat vaksin. Sehingga hasil penelitiannya tidak objektif. Bahkan, banyak data medis anak yang ia teliti tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.
Jadi itu dia beberapa fakta yang tidak sebabkan autisme menurut IDAI dari Vaksin MR.