

Jule kerap di Sorot Publik, Namun Perhatian Meningkat Tajam Saat Ia Buka-bukaan Soal Persoalan Rumah Tangganya yang Tersembunyi
Jule kerap di Sorot Publik, Namun Perhatian Meningkat Tajam Saat Ia Buka-bukaan Soal Persoalan Rumah Tangganya yang Tersembunyi. Ia merasa penting untuk mengungkap pengalaman pribadinya demi memberikan klarifikasi sekaligus menjelaskan tekanan yang di rasakannya selama menghadapi rumor dan kontroversi.
Julia Prastini, yang lebih di kenal publik dengan nama Jule, kembali menjadi sorotan setelah mengungkap sisi gelap rumah tangganya dengan mantan suaminya, Na Daehoon. Pengakuan ini muncul dalam percakapan yang di bagikan melalui akun Instagram gosip pada Sabtu (10/1/2026). Dalam kesempatan itu, Jule mengaku mengalami tekanan berat akibat kabar perselingkuhannya yang viral, sekaligus menyingkap dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang di lakukan mantan suaminya.
Sebelumnya, sosok tersebut di kenal aktif di media sosial dan kerap membagikan keseharian pribadinya, namun jarang mengumbar persoalan rumah tangga secara terbuka. Kali ini, pengakuan tentang KDRT yang dilakukan Na Daehoon dan kekhawatiran terhadap anak-anak mereka menarik perhatian publik luas. Ia menekankan bahwa pengungkapan ini bukan untuk mencari popularitas, melainkan untuk memberikan klarifikasi sekaligus menyuarakan pengalaman pribadi yang selama ini tertutup dari publik.
Pengakuan Jule ini memunculkan diskusi lebih luas mengenai isu kekerasan dalam rumah tangga dan dampaknya pada anak-anak. Banyak pihak menyoroti keberanian Jule untuk berbicara terbuka, sekaligus menekankan pentingnya perlindungan hukum dan dukungan sosial bagi korban KDRT agar hak-hak anak dan orang tua tetap terjamin.
Tekanan Media Sosial dan Dampak pada Jule
Tekanan Media Sosial dan Dampak pada Jule mulai terasa sejak kabar kehidupan pribadinya menjadi perbincangan publik. Aktivitas di media sosial dan sorotan warganet membuat Jule harus menghadapi kritik, gosip, dan rumor yang memengaruhi kondisi emosionalnya, sekaligus memaksa ia menata kembali cara menghadapi kehidupan pribadinya di ruang publik.
Ia mengaku bahwa tekanan yang dirasakannya meningkat sejak berita perselingkuhannya bersama Safrie ramai dibicarakan netizen. “Jujur aja ya aku sempat ngerasa down banget kemarin pas kasus aku sama Safrie viral,” kata dia, mengutip percakapan di akun gosip. Ia menjelaskan bahwa perselingkuhan tersebut bukan terjadi secara tiba-tiba tanpa latar belakang. Menurutnya, ada faktor-faktor yang memicu hubungan tersebut, termasuk kondisi rumah tangga yang selama ini sulit diungkapkan.
Selain menghadapi sorotan publik, Jule juga merasa berat menanggung citra negatif yang berkembang di media sosial. Ia mengaku sempat ingin memperbaiki hubungan dan meminta maaf kepada mantan suaminya, namun situasi di media sosial justru memperumit rencana tersebut. “Aku itu udah nemuin Daehoon buat minta maaf tapi netizen malah goreng berita biar makin panas. Jadi Daehoon kayak apa ya, gengsi nerima aku karena takut di judge netizen,” jelasnya.
Dampak tekanan ini juga di rasakan pada kondisi emosional Jule. Ia merasa harus menjaga kewarasan sekaligus memikirkan anak-anaknya, Jena, Junho, dan Eunho, yang saat ini berada di bawah pengasuhan Na Daehoon. Kekhawatiran terhadap kesejahteraan anak-anak menjadi alasan utama Jule memilih berhati-hati dalam bersikap dan berbicara di media sosial.
Situasi ini membuat Jule lebih selektif dalam berbagi cerita di media sosial dan berhati-hati dalam setiap pernyataan publik. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas emosional anak-anak serta membangun komunikasi yang sehat dengan mantan suaminya, meskipun tekanan dari warganet dan gosip online terus menghantui kesehariannya.
Pengakuan KDRT dan Kekhawatiran terhadap Anak
Pengakuan KDRT dan Kekhawatiran terhadap Anak menjadi sorotan utama setelah Jule berbicara soal rumah tangganya. Ia menegaskan bahwa pengungkapan ini bukan sekadar cerita pribadi. Hal ini terkait keselamatan dan kesejahteraan anak-anaknya, yang membuatnya selalu cemas dengan kondisi keluarga pasca perceraian.
Pengakuan paling mengejutkan dari Jule adalah dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang di lakukan Na Daehoon selama pernikahan mereka. “Daehoon suka KDRT,” ujar Jule secara gamblang. Pernyataan ini langsung menuai sorotan publik karena selama ini Na Daehoon di kenal sebagai sosok ayah dan suami yang baik.
Jule menekankan bahwa kekhawatirannya tidak hanya soal masa lalu. Hal ini juga berkaitan dengan kesejahteraan anak-anak mereka. Hak pengasuhan ketiga anak berada di bawah tanggung jawab Na Daehoon. Sementara itu, Jule tetap memiliki hak untuk bertemu dan berkomunikasi dengan anak-anaknya. Kondisi ini membuatnya selalu cemas dan was-was terhadap perlakuan mantan suaminya.
Ia mengaku selama ini tidak membuka suara terkait KDRT untuk menjaga stabilitas anak-anak dan menghindari konfrontasi di ruang publik. Namun, situasi yang memanas di media sosial memaksa Jule berbicara. Tujuannya demi melindungi haknya dan menjaga keselamatan emosional anak-anak. “Nggak nyangka kan? Karena itu dia selama ini diem aja nggak buka suara. Kalau aku yang buka suara dia bisa kena hujat mati-matian, sedang aku mikirin Jena, Junho, Eunho,” jelas Jule.
Selain itu, Jule menekankan pentingnya dukungan keluarga dan orang terdekat. Hal ini membantunya menghadapi tekanan publik dan menjaga kondisi psikologis anak-anak. Ia berharap dengan berbicara terbuka, masyarakat bisa memahami kompleksitas situasi yang di hadapinya. Selain itu, ia ingin menyoroti perlunya kesadaran tentang kekerasan dalam rumah tangga dan dampaknya pada anak-anak.
Perceraian dan Hak Asuh Anak
Perceraian dan Hak Asuh Anak menjadi titik penting dalam kisah rumah tangga Jule dan Na Daehoon. Putusan pengadilan menetapkan pengasuhan anak berada pada mantan suami. Jule tetap berhak bertemu dan berkomunikasi dengan ketiga anak mereka. Hal ini memastikan hubungan emosional tetap terjaga meski rumah tangga berakhir.
Secara resmi, Jule dan Na Daehoon bercerai berdasarkan putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada Desember 2025. Perceraian di ajukan Na Daehoon pada November 2025 karena rumah tangga di anggap tidak dapat di pertahankan. Faktor penyebab termasuk dugaan perselingkuhan dan masalah internal yang selama ini tertutup publik.
Hak pengasuhan anak jatuh ke tangan Na Daehoon hingga anak-anak dewasa. Jule tetap memiliki hak untuk berinteraksi dan menjalin komunikasi. Keputusan ini menyeimbangkan kepentingan anak-anak dengan hak kedua orang tua. Jule menegaskan, meski tidak hidup bersama mantan suaminya, ia tetap berkomitmen menjaga hubungan sehat dan mendukung tumbuh kembang anak-anak.
Pengakuan Jule membuka diskusi lebih luas tentang rumah tangga selebritas, tekanan media sosial, dan dampaknya pada anak-anak. Kasus ini mengingatkan publik bahwa di balik sorotan dan popularitas, ada isu sensitif yang perlu perhatian, terutama soal perlindungan anak dan hak-hak korban KDRT.
Kasus Jule dan Na Daehoon juga mengajarkan bahwa kehidupan selebritas tidak selalu seindah yang terlihat di media sosial. Tekanan publik, gosip, dan sorotan media dapat memperburuk kondisi emosional.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik glamor, selebritas menghadapi masalah pribadi yang kompleks. Hal ini terutama terkait keselamatan dan kesejahteraan anak-anak. Dengan berbicara terbuka tentang pengalaman pribadinya dan dampak KDRT, ia menunjukkan keberanian. Ia peduli terhadap anak-anaknya dan menegaskan haknya untuk melindungi serta memperjuangkan kesejahteraan mereka, Jule.