
Hercules Dan Hubungannya Dengan Prabowo Subianto
Hercules Dan Hubungannya Dengan Prabowo Subianto Adalah Sseorang Tokoh Yang Berasal Dari Timor Timur Sekarang Timor Leste. Dan di kenal luas sebagai mantan preman paling berpengaruh di kawasan Tanah Abang, Jakarta, pada era 1990-an. Sebelum di kenal sebagai penguasa dunia kriminal Jakarta, Hercules merupakan yatim piatu akibat konflik di Timor Timur dan kemudian bergabung sebagai Tenaga Bantuan Operasi (TBO) dalam operasi militer Indonesia di Timor Timur. Peran utamanya saat itu adalah membantu logistik untuk pasukan TNI, khususnya Kopassus. Di mana ia pertama kali bertemu dengan Prabowo Subianto yang saat itu menjabat sebagai kapten Kopassus.
Hubungan antara Hercules dan Prabowo Subianto bermula dari pengalaman bersama di Timor Timur. Dalam sebuah insiden, helikopter yang di tumpangi Hercules untuk mengirim logistik mengalami kecelakaan. Menyebabkan tangan kanannya terluka parah hingga harus diamputasi. Hercules mengaku berutang nyawa kepada Prabowo. Karena Prabowo yang menyelamatkannya dan membawanya ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan medis.
Setelah menetap di Jakarta, Hercules membangun jaringan preman di Tanah Abang yang kemudian berkembang sangat besar. Namun, setelah kekuasaannya runtuh akibat perebutan wilayah oleh kelompok lain. Ia bertransformasi menjadi pebisnis dan tokoh ormas. Pada tahun 2012, Hercules mendirikan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, sebuah organisasi massa yang kemudian di kenal sangat loyal mendukung Prabowo Subianto dalam berbagai kontestasi politik. Termasuk Pilpres 2014, 2019, dan 2024.
Hercules dan GRIB Jaya memiliki kedekatan sejarah dan politik dengan Prabowo. Bahkan Prabowo di angkat menjadi Dewan Pembina GRIB. Dukungan politik Hercules kepada Prabowo di sebut sebagai “harga mati”. Menandakan loyalitas tanpa syarat yang sudah terjalin sejak masa-masa sulit mereka di Timor Timur hingga kini Prabowo menjabat sebagai Presiden Indonesia. Hubungan ini memperlihatkan dimensi personal, historis, dan politis yang saling menguatkan antara keduanya.
Hercules Dari Timor Ke Tanah Jawa
Hercules Dari Timor Ketanah Jawa Hercules Rosario de Marshall, atau lebih di kenal sebagai Hercules, adalah figur kontroversial yang menempuh perjalanan hidup luar biasa dari Timor Timur hingga menjadi sosok sentral di Tanah Jawa, khususnya Jakarta. Lahir dari keluarga petani di Dili, Timor Timur, masa kecil Hercules diwarnai tragedi: ia menjadi yatim piatu akibat pengeboman di Ainaro pada 1978. Yang menewaskan kedua orang tuanya. Dalam situasi penuh konflik, Hercules kemudian bergabung sebagai Tenaga Bantuan Operasi (TBO) dalam Operasi Seroja. Membantu TNI—khususnya Kopassus—dalam distribusi logistik dan sesekali terlibat pertempuran kecil.
Nama “Hercules” sendiri adalah julukan yang di berikan oleh tentara Indonesia karena kekuatannya mengangkat beban berat. Meski bertubuh kecil. Kedekatan Hercules dengan Prabowo Subianto bermula saat Prabowo masih menjadi perwira Kopassus di Timor Timur. Dalam salah satu misi logistik. Helikopter yang di tumpangi Hercules mengalami kecelakaan hebat pada 1985. Menyebabkan tangan kanannya terluka parah hingga harus di amputasi.
Setelah masa pemulihan, Hercules memilih menetap di Jakarta sekitar tahun 1987, menolak kembali ke Timor Timur. Ia memulai hidup baru sebagai penjual rokok di kawasan Bongkaran, Tanah Abang. Namun segera terlibat dalam dunia premanisme akibat tekanan dan pemalakan dari kelompok lokal. Dengan keteguhan dan jaringan sesama eks-Timor Timur. Hercules membentuk kelompok pengamanan yang berkembang pesat. Menguasai bisnis ilegal dan pengelolaan pedagang kaki lima di Tanah Abang pada 1990-an. Kelompoknya sempat menguasai hingga 17.000 personel di seluruh Jakarta.
Kedekatan emosional dan sejarah bersama Prabowo membuat Hercules merasa “berutang nyawa” pada sang jenderal. Ia bahkan menyatakan, “Prabowo adalah satu-satunya orang yang bisa menyerang saya tanpa saya membalasnya”. Loyalitas ini berlanjut ke ranah politik: setelah mendirikan ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya pada 2011. Hercules dan organisasinya secara terbuka mendukung Prabowo dalam setiap kontestasi politik. Termasuk Pilpres 2014, 2019, dan 2024.
Kekuatan Jalanan Untuk Kepentingan Politik
Kekuatan Jalanan Untuk Kepentingan Politik Jaringan Hercules Rosario de Marshall, yang awalnya tumbuh dari dunia premanisme Tanah Abang, Jakarta, telah lama menjadi contoh nyata bagaimana kekuatan jalanan dapat dimobilisasi untuk kepentingan politik di Indonesia. Sejak akhir 1980-an, Rosario de Marshall membangun geng preman bersama sesama migran Timor Timur dan berhasil menguasai wilayah-wilayah vital di Jakarta melalui bisnis pemerasan, pengamanan ilegal, dan jasa perlindungan.
Pada masa itu, militer Indonesia, khususnya Kopassus, memanfaatkan jaringan preman. Seperti geng Rosario de Marshall sebagai perpanjangan tangan untuk mengawasi, mengintimidasi, dan membungkam kelompok pro-kemerdekaan Timor Timur serta mengontrol jalur politik dan ekonomi di ibu kota. Hercules menjadi figur sentral dalam taktik ini, memperoleh akses ke wilayah strategis. Kekebalan hukum de facto, dan sumber daya yang memperkuat dominasinya di lapangan.
Namun, setelah runtuhnya perlindungan militer pada akhir 1990-an. Rosario de Marshall bertransformasi dari penguasa jalanan menjadi aktor politik dengan membangun organisasi massa. Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB), pada awal 2010-an. GRIB mengadopsi struktur mirip militer. Lengkap dengan sistem komando dan basis massa yang terdiri dari eks-preman, mantan narapidana. Serta kelompok marginal. Organisasi ini mengklaim fokus pada pemberdayaan rakyat kecil. Namun di lapangan juga di kenal sering terlibat dalam konflik lahan dan manuver politik akar rumput.
Dengan demikian, jaringanRosario de Marshall membuktikan bahwa kekuatan jalanan dapat beralih fungsi menjadi kekuatan politik. Baik sebagai alat tekanan maupun sebagai modal sosial untuk mendukung elite politik tertentu. Perjalanan Rosario de Marshall dari preman Tanah Abang hingga menjadi aktor politik nasional menegaskan bahwa mobilisasi massa berbasis loyalitas personal dan jaringan informal tetap menjadi bagian penting dalam lanskap politik Indonesia kontemporer.
Antara Loyalitas Dan Kontroversi
Anatara Loyalitas Dan Kontroversi Hubungan antara Prabowo Subianto dan Hercules Rosario de Marshall merupakan perpaduan unik antara loyalitas pribadi yang kuat dan kontroversi yang melingkupi figur Hercules di mata publik. Rosario de Marshall, mantan preman paling berpengaruh di Tanah Abang, Jakarta, mengaku memiliki “utang nyawa” kepada Prabowo yang menyelamatkannya setelah kecelakaan helikopter di Timor Timur pada 1985, saat Prabowo masih menjabat sebagai perwira Kopassus. Sejak saat itu, Hercules menunjukkan loyalitas yang tak tergoyahkan kepada Prabowo. Bahkan menyatakan bahwa Prabowo adalah satu-satunya orang yang bisa menyerangnya tanpa di balas.
Namun, di sisi lain, sosok Rosario de Marshall juga sarat dengan kontroversi. Ia pernah menjadi tersangka dalam kasus dugaan pemerasan dan pencucian uang. Serta di kenal sebagai penguasa dunia premanisme di Jakarta pada era 1990-an. Setelah membentuk ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Hercules dan organisasinya secara terbuka mendukung Prabowo dalam berbagai kontestasi politik, terutama Pilpres 2014, 2019, dan 2024. Meski demikian, hubungan antara Prabowo dan Hercules kerap menjadi sorotan negatif karena latar belakang kriminal dan aktivitas ormas yang kerap bermasalah dengan hukum. Termasuk kasus sengketa lahan dan bangunan.
Di mata publik, hubungan ini menimbulkan dinamika yang kompleks. Loyalitas Rosario de Marshall terhadap Prabowo di pandang sebagai ikatan historis dan emosional yang kuat, namun keberadaan Rosario de Marshall sebagai figur kontroversial menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana hubungan ini memengaruhi citra politik Prabowo.
Meski demikian, Prabowo tetap mempertahankan jarak formal terhadap GRIB dan Rosario de Marshall, meskipun akar rumput organisasi tersebut masih menganggap Prabowo sebagai pembina mereka. Hubungan ini mencerminkan realitas politik Indonesia yang kerap melibatkan jaringan informal dan kekuatan jalanan sebagai bagian dari strategi politik, sekaligus menimbulkan di lema antara loyalitas pribadi dan tuntutan transparansi serta hukum di mata masyarakat. Inilah beberapa penjelasan yang bisa kamu ketahui mengenai Hercules.