KAI Ungkap Alasan Semua Kereta Wajib Berhenti di Cipeundeuy

KAI Memastikan Berhentinya Seluruh Kereta Api di Stasiun Cipeundeuy Merupakan Prosedur Lama Demi Keselamatan Perjalanan.

KAI Memastikan Berhentinya Seluruh Kereta Api di Stasiun Cipeundeuy Merupakan Prosedur Lama Demi Keselamatan Perjalanan. Kebijakan ini di berlakukan secara konsisten untuk memastikan kondisi rangkaian dan sistem pengereman dalam keadaan optimal sebelum kereta melintasi jalur dengan kontur ekstrem di wilayah selatan Jawa Barat.

Viral di media sosial, kabar mengenai seluruh kereta api yang melintasi jalur selatan Jawa Barat wajib berhenti di Stasiun Cipeundeuy, Kabupaten Garut, menarik perhatian publik. Dalam unggahan yang beredar, penumpang di sebut di perbolehkan turun dari kereta untuk membeli jajanan di area stasiun selama waktu berhenti berlangsung. Informasi tersebut memunculkan beragam respons, mulai dari rasa penasaran hingga kekhawatiran soal keselamatan.

Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Kebijakan berhenti di Stasiun Cipeundeuy bukanlah hal baru dan bukan pula sekadar fasilitas tambahan bagi penumpang. Di balik rutinitas tersebut, terdapat pertimbangan keselamatan yang sangat penting dan berakar pada sejarah panjang perjalanan kereta api di jalur selatan Pulau Jawa.

Pihak KAI menegaskan bahwa kebijakan tersebut diterapkan murni untuk aspek keselamatan, bukan sekadar memberikan waktu singgah bagi penumpang, sehingga setiap perjalanan kereta di jalur selatan dapat berlangsung aman dan terkendali.

Stasiun Cipeundeuy Jadi Titik Henti Wajib Seluruh Kereta Api

Stasiun Cipeundeuy Jadi Titik Henti Wajib Seluruh Kereta Api karena memiliki peran strategis dalam memastikan keselamatan perjalanan di jalur selatan Jawa Barat, terutama sebelum kereta melintasi lintasan dengan kontur tanjakan dan turunan yang menantang.

Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, membenarkan bahwa seluruh kereta api yang melintas di jalur selatan Jawa Barat wajib berhenti di Stasiun Cipeundeuy. Kebijakan ini berlaku tanpa pengecualian, baik untuk kereta api jarak jauh, menengah, maupun kereta yang datang dari arah barat dan timur.

Meski secara klasifikasi Stasiun Cipeundeuy termasuk stasiun kelas dua, fungsinya sangat vital dalam sistem operasional perkeretaapian nasional. Setiap rangkaian kereta di wajibkan berhenti selama sekitar 10 hingga 15 menit untuk menjalani pemeriksaan teknis. Pemeriksaan ini mencakup kondisi rangkaian, sistem pengereman, serta kesiapan sarana sebelum melanjutkan perjalanan.

Stasiun Cipeundeuy terletak di ketinggian sekitar 772 meter di atas permukaan laut. Setelah meninggalkan stasiun ini, kereta api akan melintasi jalur dengan karakter tanjakan dan turunan tajam. Medan tersebut menuntut kondisi pengereman yang benar-benar prima agar perjalanan tetap aman.

Menurut KAI, prosedur berhenti ini merupakan bagian dari standar keselamatan yang tidak bisa di tawar. Pemeriksaan di lakukan oleh petugas teknis berpengalaman untuk memastikan tidak ada gangguan pada sistem kereta sebelum memasuki lintasan ekstrem.

Penumpang Boleh Turun dan Jajan, Namun Tetap Ada Aturan

Meski penumpang di berikan kesempatan untuk turun dari kereta selama waktu berhenti, Penumpang Boleh Turun dan Jajan, Namun Tetap Ada Aturan karena KAI menegaskan bahwa seluruh penumpang wajib mengikuti arahan petugas, memperhatikan pengumuman, serta memastikan kembali ke rangkaian sebelum kereta melanjutkan perjalanan.

Dalam unggahan yang viral, di sebutkan bahwa penumpang di perbolehkan turun dari kereta dan membeli jajanan di area Stasiun Cipeundeuy. Informasi tersebut di benarkan oleh KAI, dengan catatan penumpang tetap mematuhi aturan keselamatan yang berlaku.

Sejak November 2025, pihak KAI telah meresmikan deretan kios dan warung resmi di area stasiun. Kehadiran kios ini sekaligus menata aktivitas ekonomi warga sekitar, yang sebelumnya berjualan dari balik pagar stasiun. Kini, penumpang dapat dengan nyaman membeli makanan, minuman, atau sekadar berjalan santai di area stasiun.

Selain kios, Stasiun Cipeundeuy juga di lengkapi taman dan tempat duduk. Udara pegunungan yang sejuk kerap menjadi daya tarik tersendiri bagi penumpang untuk turun sejenak, menghirup udara segar, dan melepas penat setelah perjalanan panjang.

Meski demikian, KAI mengingatkan agar penumpang tetap waspada. Penumpang di minta memperhatikan pengumuman, memperhatikan lingkungan sekitar, serta memastikan kembali ke kereta sebelum waktu keberangkatan. Risiko tertinggal kereta tetap ada jika penumpang terlalu asyik menikmati suasana.

KAI juga mengimbau agar penumpang tidak melintas sembarangan di jalur rel, terutama ketika ada kereta lain yang akan masuk atau berangkat dari stasiun. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama meskipun suasana stasiun terasa lebih santai.

Jalur Selatan yang Menantang dan Alasan Teknis Keselamatan

Jalur Selatan yang Menantang dan Alasan Teknis Keselamatan menjadikan Stasiun Cipeundeuy sebagai titik pemeriksaan wajib bagi semua kereta. Kondisi geografis yang ekstrem, dengan tanjakan, turunan panjang, dan tikungan tajam, menuntut sistem pengereman dan rangkaian kereta selalu dalam kondisi prima sebelum melanjutkan perjalanan.

Jalur selatan Jawa Barat di kenal memiliki karakter geografis yang cukup ekstrem. Setelah Stasiun Cipeundeuy, lintasan kereta akan menghadapi kombinasi tanjakan dan turunan panjang dengan tikungan tajam. Kondisi ini membuat sistem pengereman memegang peran krusial.

Jika terjadi kegagalan rem di jalur tersebut, risikonya sangat besar. Oleh karena itu, pemeriksaan menyeluruh di Stasiun Cipeundeuy menjadi prosedur wajib yang tidak bisa di lewatkan. Pemeriksaan ini meliputi rem, roda, sambungan antarkereta, hingga kondisi rangkaian secara keseluruhan.

KAI menegaskan bahwa kebijakan ini bukan semata-mata untuk kenyamanan penumpang, melainkan untuk memastikan setiap perjalanan berlangsung aman. Dengan berhenti di titik strategis ini, potensi gangguan teknis dapat di deteksi lebih awal sebelum kereta memasuki jalur rawan.

Langkah ini juga mencerminkan komitmen KAI dalam menerapkan prinsip keselamatan berlapis. Tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga pemeriksaan manual oleh petugas di lapangan.

Berakar dari Tragedi Trowek yang Tak Terlupakan

Berakar dari Tragedi Trowek yang Tak Terlupakan, kebijakan pemeriksaan dan pemberhentian wajib di Stasiun Cipeundeuy di terapkan untuk mencegah terulangnya insiden serupa. Tragedi tersebut menjadi pelajaran penting bagi KAI dalam memperkuat standar keselamatan perjalanan kereta api di jalur selatan Jawa Barat.

Kebijakan berhenti dan pemeriksaan di Stasiun Cipeundeuy memiliki latar belakang sejarah yang kelam. Rutinitas ini berakar dari Tragedi Trowek yang terjadi pada 24 Oktober 1995. Peristiwa tersebut menjadi salah satu kecelakaan kereta api paling mematikan di Indonesia.

Saat itu, kereta api gabungan Galur dan Kahuripan mengalami kecelakaan di Lembah Trowek, wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat. Satu rangkaian anjlok, terperosok ke jurang, lalu menabrak tebing. Tragedi tersebut menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai puluhan penumpang lainnya.

Sebagian besar korban meninggal bukan akibat benturan langsung, melainkan karena melompat dari kereta dalam kondisi panik, tanpa menyadari bahwa kereta sedang melintasi jurang. Saat kejadian, kereta di penuhi penumpang karena bertepatan dengan masa liburan sekolah.

Lebih dari 250 penumpang berhasil di evakuasi. Seluruh biaya transportasi lanjutan, perawatan medis, hingga pengurusan jenazah di tanggung oleh Perumka, cikal bakal PT KAI saat ini. Tragedi ini menjadi titik balik dalam evaluasi keselamatan perjalanan kereta api di jalur selatan.

Sejak saat itu, prosedur keselamatan diperketat. Stasiun Cipeundeuy di tetapkan sebagai titik kontrol utama sebelum kereta memasuki lintasan berisiko tinggi. Kebijakan ini terus di pertahankan hingga sekarang sebagai bentuk pembelajaran dari masa lalu.

Sejak tragedi tersebut, KAI terus menekankan pentingnya keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap operasional kereta api. Penerapan prosedur pemeriksaan rutin di Stasiun Cipeundeuy, pengawasan petugas berpengalaman, serta edukasi bagi penumpang menjadi bagian dari langkah strategis untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan. Semua upaya ini di lakukan secara konsisten oleh KAI.