Kehadiran John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia langsung memunculkan antusiasme sekaligus rasa penasaran. Publik sepak bola nasional ingin tahu, ke mana arah kebijakan pelatih asal Kanada itu, terutama dalam memandang pemain lokal yang selama ini menjadi tulang punggung tim nasional.
Dalam perkenalan resminya di Jakarta, Herdman menegaskan bahwa liga domestik akan menjadi salah satu fondasi utama dalam proses pembentukan timnas ke depan. Ia menyadari, tanpa perhatian serius pada kompetisi lokal, sulit membangun tim nasional yang kuat dan berkelanjutan.
Menurut Herdman, pelatih tim nasional tidak boleh berjarak dengan realitas sepak bola di dalam negeri. Menonton pertandingan, memahami atmosfer stadion, hingga melihat langsung perkembangan pemain menjadi bagian penting dari pekerjaannya.
Komitmen itu langsung terlihat dari pernyataannya yang secara terbuka mengapresiasi kualitas beberapa pemain Liga 1. Salah satu nama yang paling menonjol dalam pernyataannya adalah bek Persija Jakarta, Rizky Ridho.
Rizky Ridho, Bek Persija yang Langsung Mencuri Perhatian
Rizky Ridho, Bek Persija yang Langsung Mencuri Perhatian, menjadi sorotan utama dalam pengamatan awal John Herdman terhadap kompetisi domestik. Penampilan stabil yang di tunjukkan Ridho bersama Persija Jakarta membuatnya di anggap sebagai contoh ideal pemain lokal yang siap bersaing di level lebih tinggi, sekaligus merepresentasikan karakter dan mentalitas yang di butuhkan Timnas Indonesia.
Rizky Ridho menjadi pemain pertama yang secara eksplisit mendapat pujian dari John Herdman. Bek tengah Persija Jakarta itu di nilai menunjukkan konsistensi dan kualitas yang mencerminkan standar pemain tim nasional.
Herdman menyebut Ridho sebagai contoh positif dari pemain lokal yang mampu tampil stabil di level klub dan timnas. Menurutnya, performa Ridho di liga domestik patut diapresiasi dan di jadikan tolok ukur bagi pemain lain.
“Kita punya pemain seperti Rizky Ridho yang tampil baik di liga,” ujar Herdman kepada wartawan. Ia juga menyampaikan harapan agar Ridho dapat melangkah ke level kompetisi yang lebih tinggi di masa depan.
Pujian tersebut bukan tanpa dasar. Ridho di kenal sebagai bek modern yang cukup lengkap. Ia memiliki kemampuan membaca permainan, duel udara yang solid, serta keberanian dalam membangun serangan dari lini belakang. Di Persija, Ridho menjadi figur sentral dalam organisasi pertahanan.
Selain itu, pengalaman Ridho bersama Timnas Indonesia di berbagai level usia hingga senior membuatnya relatif matang secara mental. Hal inilah yang tampaknya membuat Herdman langsung kepincut, karena ia membutuhkan pemain yang siap secara teknis dan psikologis.
Meski baru menyebut satu nama secara spesifik, Herdman menegaskan bahwa perhatiannya tidak berhenti di satu klub saja. Ia berkomitmen memantau pemain-pemain lain dari berbagai tim Liga 1, termasuk mereka yang belum banyak tersorot.
Persib Belum Masuk Radar, Beckham Putra Tetap Fokus di Klub
Persib Belum Masuk Radar, Beckham Putra Tetap Fokus di Klub menjadi gambaran situasi saat ini di bawah kepemimpinan John Herdman. Meski Persib Bandung di kenal sebagai salah satu kekuatan utama Liga 1, belum ada nama pemainnya yang secara khusus di sorot pelatih timnas, sementara Beckham Putra memilih merespons situasi tersebut dengan tetap memusatkan perhatian pada performanya bersama klub.
Menariknya, di tengah pujian untuk Rizky Ridho, muncul pertanyaan soal pemain Persib Bandung. Klub besar dengan basis suporter masif itu sejauh ini belum mendapat sorotan khusus dari Herdman.
Saat ditanya apakah pemain Persib akan masuk pantauannya, Herdman menjawab singkat namun terbuka. Ia menegaskan bahwa semua pemain Liga 1 berpeluang, asalkan menunjukkan performa yang konsisten.
Di sisi lain, gelandang Persib Bandung Beckham Putra Nugraha memilih merespons situasi ini dengan sikap realistis. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah tampil maksimal bersama klub, bukan semata-mata mengejar panggilan timnas.
“Yang terpenting saya bisa memaksimalkan setiap pertandingan. Timnas itu bonus,” ujar Beckham. Baginya, performa di klub adalah dasar utama untuk membuka peluang di level internasional.
Beckham sendiri bukan nama baru di timnas. Ia sudah mencatatkan empat caps bersama Timnas Indonesia pada era pelatih sebelumnya. Musim lalu, kontribusinya cukup signifikan saat Persib menjuarai Liga 1, dengan catatan gol dan assist yang solid.
Namun, persaingan di level internasional tidak mudah. Beckham sempat merasakan atmosfer laga besar, termasuk saat menghadapi lawan-lawan kuat di kualifikasi Piala Dunia. Tantangan tersebut membuatnya sadar bahwa konsistensi adalah kunci.
Musim ini, Beckham kembali menunjukkan peran penting bagi Persib. Gol tunggalnya ke gawang Persija Jakarta dalam laga klasik membuktikan bahwa ia masih menjadi pemain penentu. Aksi cerdiknya memanfaatkan kesalahan lawan dan memicu kartu merah menunjukkan kecerdasan bermain yang tak bisa di abaikan.
Perhatian ke Pemain Muda dan Masa Depan Timnas
Menurut Herdman, pemain muda perlu tahu bahwa performa mereka tidak luput dari perhatian pelatih tim nasional. Hal ini penting untuk membangun motivasi dan rasa percaya diri sejak dini.
Ia menilai, pemain muda yang berkembang di liga domestik adalah aset jangka panjang. Jika di bina dengan baik dan di beri jalur yang jelas menuju timnas, Indonesia bisa memiliki generasi yang kompetitif secara berkelanjutan.
Pendekatan Herdman ini menunjukkan perubahan paradigma. Ia tidak hanya mencari pemain siap pakai, tetapi juga membangun ekosistem pemantauan yang menyeluruh. Liga domestik di posisikan sebagai ruang utama pembentukan karakter dan kualitas pemain.
Bagi pemain Liga 1, pesan Herdman cukup jelas. Tidak ada jalur instan ke timnas. Konsistensi, disiplin, dan performa di klub akan menjadi faktor penentu.
Dengan langkah awal ini, Herdman memberi harapan bahwa era baru Timnas Indonesia akan lebih inklusif dan berbasis merit. Pemain dari klub mana pun memiliki peluang yang sama, selama mampu menjawab tantangan di lapangan.
Di tengah sorotan terhadap Rizky Ridho, sikap tenang Beckham Putra, dan perhatian pada pemain muda Borneo FC, satu hal menjadi benang merah: liga domestik kini benar-benar menjadi pusat perhatian pelatih tim nasional.
Ke depan, publik menantikan apakah apresiasi yang di sampaikan akan berujung pada perubahan komposisi skuad, terbukanya peluang baru bagi pemain lokal, serta meningkatnya daya saing Timnas Indonesia di level internasional. Proses pembentukan itu kini mulai berjalan, dengan perhatian pelatih tertuju langsung pada lapangan-lapangan Liga 1 di bawah arahan John Herdman.
