Ibunda Argo Korban Tabrakan Maut Datangi UGM

Ibunda Argo Korban Tabrakan Maut Datangi UGM

Ibunda Argo dengan suasana haru menyelimuti Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta saat Ibunda Argo, mahasiswa yang menjadi korban tabrakan maut di kawasan Gejayan, datang ke kampus pada Kamis siang. Kehadirannya bukan sekadar untuk mengenang sang anak, melainkan juga untuk meminta klarifikasi dari pihak universitas terkait berbagai pemberitaan dan simpang siur informasi seputar kecelakaan yang menewaskan putranya. Dengan wajah sendu dan langkah yang tertahan-tahan, ia datang di temani beberapa kerabat dan aktivis mahasiswa yang selama ini mendampingi kasus tersebut.

Kejadian tragis yang merenggut nyawa Argo terjadi pada pekan lalu saat ia tengah dalam perjalanan pulang dari kegiatan kampus. Tabrakan yang melibatkan sebuah mobil mewah dengan kecepatan tinggi di jalan yang padat tersebut sontak menjadi pemberitaan nasional. Argo, mahasiswa aktif jurusan Teknik Sipil semester enam, meninggal dunia di tempat kejadian dengan luka berat di bagian kepala dan dada. Sementara pengemudi mobil, yang di duga berasal dari kalangan berpengaruh, di kabarkan hanya mengalami luka ringan dan kini tengah menjalani pemeriksaan polisi.

Kedatangan ibunda Argo ke kampus ini di anggap sebagai langkah penting untuk menuntut kejelasan. Dalam keterangan singkat kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya merasa belum mendapat penjelasan secara langsung dari pihak universitas, terutama mengenai pendampingan hukum dan dukungan moral kepada keluarga korban. “Kami ingin tahu sejauh mana kampus melindungi mahasiswa mereka. Argo bukan hanya anak saya, dia adalah anak bangsa yang menuntut ilmu,” ujarnya sambil menahan tangis.

Ibunda Argo dengan pihak kampus sendiri menyambut kedatangan keluarga korban dengan hangat. Rektor UGM, para dosen pembimbing, serta perwakilan dari BEM dan organisasi mahasiswa hadir dalam pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar dua jam. Setelah pertemuan itu, pernyataan pers pun disampaikan, menegaskan bahwa UGM akan mendampingi proses hukum dan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban, baik secara psikologis maupun administratif.

Tragedi Yang Mengguncang Komunitas Mahasiswa

Tragedi Yang Mengguncang Komunitas Mahasiswa menjadi duka bagi keluarga, tetapi juga mengguncang komunitas mahasiswa UGM dan publik secara luas. Dalam beberapa hari terakhir, aksi solidaritas di gelar di berbagai sudut kampus, dari aksi diam di Bundaran UGM hingga doa bersama di Balairung. Mahasiswa dari berbagai fakultas menyatakan keprihatinan dan menginginkan keadilan di tegakkan seadil-adilnya.

Argo di kenal sebagai mahasiswa yang aktif dalam berbagai kegiatan kampus. Ia tergabung dalam tim riset teknik sipil dan aktif dalam kegiatan sosial. Kepergiannya yang mendadak dan tragis membuat banyak teman-temannya merasa kehilangan yang sangat mendalam. Dalam berbagai unggahan media sosial, banyak yang menyebutnya sebagai sosok yang cerdas, pekerja keras, dan rendah hati.

Tragedi ini juga menyoroti persoalan lalu lintas di sekitar kawasan kampus. Banyak mahasiswa menilai jalanan sekitar UGM, terutama di Gejayan, semakin berbahaya karena kerap di lalui kendaraan berkecepatan tinggi. Kurangnya pengawasan dan infrastruktur keselamatan jalan dianggap sebagai faktor yang memperparah kondisi ini. Petisi daring telah di buat untuk mendesak pemerintah daerah segera memperbaiki sistem lalu lintas dan menambah pengawasan di titik rawan kecelakaan.

Lebih lanjut, sejumlah organisasi mahasiswa juga menuntut adanya evaluasi internal kampus terhadap mekanisme pendampingan mahasiswa yang mengalami musibah. Mereka menginginkan adanya tim khusus yang bergerak cepat dalam memberikan bantuan, baik hukum maupun logistik, jika insiden serupa terjadi. “Kita tidak ingin ini terjadi lagi. Kampus harus bisa menjadi rumah yang aman, bukan hanya tempat belajar,” tegas salah satu orator dalam aksi solidaritas.

Pihak rektorat sendiri menyatakan bahwa mereka telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini dan melakukan kajian terhadap aspek keamanan di sekitar kampus. Mereka juga membuka ruang dialog dengan mahasiswa untuk menampung aspirasi dan masukan yang lebih luas.

Langkah Hukum Dan Upaya Keadilan Bagi Ibunda Argo

Langkah Hukum Dan Upaya Keadilan Bagi Ibunda Argo telah menyatakan akan menempuh jalur hukum secara maksimal untuk menuntut keadilan atas kematian anak mereka. Di temani kuasa hukum dan perwakilan organisasi bantuan hukum mahasiswa, mereka telah melaporkan kasus ini ke Polda DIY dan meminta proses hukum berjalan transparan dan tidak diskriminatif, meskipun pengemudi kendaraan di duga berasal dari keluarga kaya dan memiliki koneksi politik.

“Ini bukan sekadar kecelakaan. Ini soal nyawa manusia, dan kami tidak akan berhenti sampai keadilan di tegakkan,” tegas kuasa hukum keluarga Argo saat menggelar konferensi pers. Ia juga mengungkapkan bahwa ada indikasi pengemudi tidak berada dalam kondisi layak mengemudi, berdasarkan informasi dari saksi mata yang menyebut kendaraan berjalan zigzag sebelum tabrakan.

Sementara itu, pihak kepolisian mengaku telah memeriksa rekaman CCTV dari beberapa titik di sepanjang jalan yang di lalui kendaraan pelaku. Dari analisis sementara, terlihat bahwa kecepatan kendaraan melebihi batas wajar di area kampus yang seharusnya menjadi zona lambat. Polisi juga menyatakan akan memeriksa kadar alkohol dan zat lain dalam darah pengemudi, sebagai bagian dari prosedur penyelidikan.

Pendampingan hukum dari komunitas mahasiswa juga menguat. Beberapa Lembaga Bantuan Hukum kampus turut terlibat dalam mengawal proses ini, dengan membentuk posko pengaduan dan melakukan kajian hukum mendalam atas kasus tersebut. Mereka juga berencana mengajukan amicus curiae (sahabat pengadilan) jika diperlukan, agar suara mahasiswa terdengar dalam proses peradilan.

Tekanan publik yang meningkat membuat proses hukum tidak bisa di anggap remeh. Bahkan Komnas HAM turut menyatakan perhatian atas kasus ini dan meminta aparat penegak hukum untuk tidak ragu menindak siapa pun yang bersalah, tanpa memandang status sosial. “Hukum harus tajam ke atas dan adil untuk semua,” tegas pernyataan resmi mereka.

Pesan Haru Seorang Ibu: “Argo Tidak Mati Sia-Sia”

Pesan Haru Seorang Ibu: “Argo Tidak Mati Sia-Sia”, sang ibunda menyampaikan pesan yang menyentuh banyak pihak. Ia berharap kematian putranya tidak menjadi sia-sia dan dapat menjadi pemicu perubahan positif. Terutama dalam hal keselamatan jalan dan perlindungan mahasiswa. “Saya tahu Argo tidak akan kembali, tapi saya percaya perjuangan ini. Akan menyelamatkan banyak Argo lain di luar sana,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh civitas akademika UGM dan masyarakat luas. Yang telah memberikan doa dan dukungan moral sejak hari pertama tragedi itu terjadi. Ia mengaku terkejut bahwa sosok Argo begitu dicintai oleh teman-teman dan pengajarnya, bahkan hingga mendapatkan penghormatan secara khusus dari kampus.

Tak hanya itu, sang ibu juga menegaskan bahwa dirinya siap berdiri bersama mahasiswa dan masyarakat untuk mendesak perubahan. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam berbagai forum diskusi dan aksi damai. Yang berkaitan dengan keadilan, keselamatan, dan transparansi hukum. “Saya seorang ibu biasa. Tapi ketika anak saya di ambil dengan cara seperti ini, saya tidak bisa diam,” ungkapnya penuh keteguhan.

Di sisi lain, solidaritas terus mengalir. Beberapa komunitas alumni UGM turut menyatakan dukungan terhadap keluarga Argo, dan menyampaikan keprihatinan mereka melalui surat terbuka. Mereka mendorong agar kasus ini menjadi momen refleksi kolektif tentang keselamatan mahasiswa. Dan tanggung jawab moral institusi pendidikan terhadap para mahasiswanya.

Argo, dalam kematiannya, telah menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan kelalaian sistem. Doa-doa terus di panjatkan, dan perjuangan belum akan berhenti sampai semua pihak yang bertanggung jawab di beri hukuman yang setimpal. Dari duka seorang ibu, lahirlah harapan akan perubahan yang lebih besar. Bagi keselamatan dan keadilan mahasiswa di seluruh Indonesia menurut Ibunda Argo.