Empat Negara Pelopor: Palestina Di Barisan Depan Pengakuan RI

Empat Negara Pelopor: Palestina Di Barisan Depan Pengakuan RI

Empat Negara Pelopor: Palestina Di Barisan Depan Pengakuan RI Atas Kemerdekaannya Dengan Berbagai Wilayah Lainnya. Assalamualaikum Wr. Wb. dan Salam Sejahtera, Para Pembaca yang Budiman! Ketika kita merayakan hari kemerdekaan Indonesia. Maka ingatan kita sering tertuju pada perjuangan heroik para pahlawan di dalam negeri. Namun, di panggung sejarah internasional, tahukah anda bahwa pengakuan kedaulatan kita datang dari tempat. Kisah ini adalah tentang solidaritas dan keberanian: Empat Negara Pelopor yang segera berdiri di sisi Indonesia saat dunia masih ragu-ragu mengakui Republik yang baru lahir. Dan salah satu dari empat negara bersejarah itu adalah Palestina. Terlebihnya yang saat itu sedang berjuang untuk kemerdekaannya sendiri. Mari kita telaah kembali momen heroik ini dan memahami kedalaman makna di balik pengakuan yang sangat dini ini.

Mengenai ulasan tentang Empat Negara Pelopor: Palestina di barisan depan pengakuan RI telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.

Mesir

Mereka tercatat sebagai negara pertama yang memberikan pengakuan resmi terhadap kemerdekaan Indonesia. Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, perjuangan diplomasi Indonesia di luar negeri langsung. Terlebih yang di gerakkan oleh tokoh-tokoh seperti Haji Agus Salim dan A.R. Baswedan. Dan terutama di kawasan Timur Tengah. Dukungan internasional sangat penting kala itu, sebab Belanda berusaha kembali menancapkan kekuasaannya. Serta dunia luar masih banyak yang ragu menganggap Republik Indonesia sebagai negara merdeka. Di Kairo, Mesir menunjukkan simpati yang besar kepada perjuangan bangsa Indonesia. Pada tanggal 22 Maret 1946, Mesir memberikan pengakuan de facto atas kemerdekaan Indonesia. Kemudian menjadikannya negara pertama yang mengakui eksistensi Republik. Setahun kemudian, pengakuan itu di pertegas melalui Perjanjian Persahabatan. Serta yang di tandatangani pada 10 Juni 1947 di Kairo antara Menteri Luar Negeri Mesir, Mahmoud el-Nokrashy Pasha. Tentunya dengan perwakilan Indonesia yang di pimpin Haji Agus Salim. Langkah ini memiliki arti sangat besar karena membawa Indonesia.

Empat Negara Pelopor: Palestina Di Barisan Depan Pengakuan RI Dalam Kemerdekaannya

Kemudian juga masih membahas Empat Negara Pelopor: Palestina Di Barisan Depan Pengakuan RI Dalam Kemerdekaannya. Dan negara lainnya adalah:

Palestina

Ketika membicarakan empat negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Tentu nama Palestina sering ikut disebut di samping Mesir, Suriah, dan Lebanon. Namun, posisi Palestina pada masa itu perlu di lihat dalam konteks sejarahnya. Pada 1945–1947, mereka belum menjadi negara merdeka yang berdaulat. Terlebih wilayah tersebut masih berada di bawah Mandat Inggris. Dan baru kemudian menjadi bagian dari konflik panjang yang berujung pada pembentukan Israel pada 1948. Karena itu, apa yang disebut “pengakuan Palestina” lebih tepat. Serta di pahami sebagai dukungan politik dan moral dari para pemimpin Palestina serta masyarakat Arab di sana. Namun juga bukan pengakuan resmi negara dalam pengertian hukum internasional. Tokoh yang paling menonjol dalam dukungan Palestina adalah Sheikh Muhammad Amin al-Husayni. Dan juga sosok Mufti Besar Yerusalem sekaligus tokoh politik penting di dunia Arab.

Ia di kenal sebagai pemimpin yang vokal menentang kolonialisme. Baik di tanah Palestina sendiri maupun di negeri-negeri Muslim lain. Ketika mendengar kabar proklamasi Indonesia pada 17 Agustus 1945, al-Husayni segera menyatakan dukungan penuh. Terlebihnya untuk perjuangan rakyat Indonesia. Dukungan itu di sampaikan dalam bentuk pernyataan politik, siaran radio. Serta seruan solidaritas di berbagai forum dunia Islam. Bahkan, ia mendorong agar negara-negara Arab bersatu menolak usaha Belanda untuk kembali menjajah Indonesia. Bagi bangsa Indonesia, dukungan dari Palestina sangat berharga meskipun tidak berupa pengakuan diplomatik formal. Serta dengan kehadiran tokoh seperti al-Husayni membuat isu Indonesia cepat menyebar ke dunia Arab. Kemudian juga yang menjadi bahan pembicaraan di Mesir, Suriah, hingga Lebanon. Palestina menjadi pintu awal pengakuan di kawasan Timur Tengah. Serta yang kemudian di ikuti oleh Mesir sebagai negara pertama. Tentunya yang telah benar-benar menandatangani perjanjian persahabatan dengan Republik Indonesia pada 1947.

Empat Negara Pertama Akui Kemerdekaan Indonesia, Ada Palestina

Selain itu, masih membahas Empat Negara Pertama Akui Kemerdekaan Indonesia, Ada Palestina. Dan negara lainnya adalah:

Suriah

Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, Indonesia berjuang bukan hanya di medan perang melawan kembalinya Belanda. Akan tetapi juga di jalur diplomasi internasional. Kawasan Timur Tengah menjadi salah satu arena penting, dan Suriah. Tentunya adalah salah satu negara yang paling awal menyatakan dukungannya kepada Republik Indonesia. Pada masa itu, Suriah baru saja meraih kemerdekaan dari Mandat Prancis pada tahun 1946. Sehingga semangat anti-kolonial masih sangat kuat di kalangan pemimpin dan rakyatnya. Mereka merasa memiliki nasib yang sama dengan bangsa Indonesia. Karena sama-sama baru lepas dari penjajahan, sama-sama sedang membangun identitas sebagai bangsa merdeka. Kemudian yang sama-sama menghadapi tekanan kekuatan Barat. Hal ini membuat Suriah cepat bersimpati. Dan juga dapat mendukung perjuangan Indonesia. Dukungan Suriah tidak sekadar simbolis, melainkan juga bersifat diplomatis. Pemerintah Suriah memberikan pengakuan resmi terhadap kemerdekaan Indonesia tak lama.

Setelah Mesir mengumumkan hal serupa. Bahkan, Suriah ikut serta mendorong negara-negara Arab lain. Terlebihnya untuk bersatu dalam mendukung Republik Indonesia di forum internasional, terutama di Liga Arab. Sikap Suriah memperkuat legitimasi Indonesia sebagai negara berdaulat. Dan juga menambah daftar pengakuan internasional yang sangat di butuhkan pada saat itu. Selain pengakuan formal, masyarakat Suriah juga aktif menunjukkan solidaritas. Ada catatan bahwa pelajar Indonesia yang belajar di Timur Tengah. Tentu yang mendapat perlindungan dan dukungan moral di Suriah. Tokoh-tokoh Indonesia seperti Haji Agus Salim dan A.R. Baswedan yang melakukan misi diplomasi di kawasan Arab merasakan betul sambutan hangat. terlebihnya dari pemerintah maupun masyarakat Suriah. Dengan langkah Suriah ini, Indonesia semakin diakui oleh dunia Arab. Setelah Mesir. Dan Suriah menjadi penguat legitimasi diplomatik Indonesia di Timur Tengah, di susul Lebanon, Arab Saudi. Serta negara-negara Arab lain. Kehadiran Suriah sebagai pertama.

Empat Negara Pertama Akui Kemerdekaan Indonesia, Ada Palestina Pada Kala Itu

Selanjutnya juga masih membahas Empat Negara Pertama Akui Kemerdekaan Indonesia, Ada Palestina Pada Kala Itu. Dan negara lainnya adalah:

Lebanon

Sesudah Proklamasi 17 Agustus 1945, Indonesia masih berhadapan dengan upaya Belanda untuk kembali menjajah. Dukungan luar negeri sangat di butuhkan untuk meneguhkan posisi Republik sebagai negara yang sah. Kawasan Timur Tengah menjadi salah satu pusat dukungan awal. Dan Lebanon termasuk negara yang berada di barisan pertama bersama Mesir, Suriah, dan Palestina. Lebanon sendiri baru meraih kemerdekaan penuh dari Prancis pada tahun 1943. Sehingga pada pertengahan 1940-an masih merasakan euforia kebebasan dari kolonialisme. Situasi itu membuat para pemimpin Lebanon. Terlebih yang memiliki empati yang mendalam terhadap perjuangan bangsa Indonesia. Mereka melihat Indonesia sebagai sesama bangsa. Tentunya yang sedang berjuang mempertahankan kemerdekaan di tengah tekanan negara kolonial besar. Secara diplomatis, Lebanon segera memberikan pengakuan resmi. Terlebih dengan kemerdekaan Indonesia tidak lama setelah Mesir dan Suriah.

Pemerintah Lebanon mendukung langkah Indonesia di forum-forum internasional. Terutama melalui wadah Liga Arab. Kemudian yang memang saat itu sedang tumbuh sebagai poros solidaritas bangsa-bangsa Arab dan Muslim. Pengakuan dari Lebanon menambah legitimasi Indonesia di mata dunia. Apalagi Lebanon di kenal sebagai negara dengan peran diplomatik aktif. Dan juga posisinya strategis di Timur Tengah. Dukungan Lebanon bukan hanya pada level pemerintahan, tetapi juga datang dari kalangan masyarakat. Solidaritas rakyat Lebanon terhadap Indonesia tercermin dalam pemberitaan media. Serta pernyataan simpati publik. Dan sikap terbuka terhadap perwakilan Indonesia yang melakukan misi diplomasi. Tokoh-tokoh Indonesia yang berjuang lewat jalur diplomasi. Tentunya seperti Haji Agus Salim, merasakan sambutan hangat dari Lebanon. Kemudian yang memperkuat posisi Indonesia dalam mencari pengakuan lebih luas.

Jadi itu dia beberapa yang berperan atas pengakuan RI dan Palestina jadi barisan terdepan dari Empat Negara Pelopor.